Puisi Kolaborasi
angin berhembus di antara kisikisi rambut
menggesek kerinduan, di antara ingin yang belum terjawab
mengapa kudengar resah di setiap helai rambut yang terjatuh,
sementara angin hanya titipkan satu hembusan,
kemudian berlalu tanpa mau tahu adakah luka yang tertinggal
karena ingin yang mengganggu,
selalu katakan, Tuhan beri aku perempuan,
dan perempuan beri aku Tuhan
adakah kau dapati malam memberimu janji
bahwa purnama akan selalu hadirkan terang bagi bumi,
tidakkah kau tahu, mendung tebal, halilintar bahkan gerhana
kan menghalangi indah yang kau nanti ?
meski alam menghalangi,
kutetap yakin akan rintangan adalah indah yang tetap abadi
keindahan abadi akan kau temukan di antara lumpur berpupur debu
jika kau mampu menyibaknya, dan temukan mutiara di sana
itulah keabadian sesungguhnya
dalam sekali singgah, lama kubiarkan bayang itu hadir,
separuh waktu dalam ingatku tertuju, hingga matahari ke peraduan
ah, tetap bangsat kau perempuan, menyesak dalam bayang
aku jatuh cinta ...
bilik kreasi, 180809
tautan kata antara Dewi Maharani dan Niki Osing
terimakasih untuk sahabatku Niki Osing, semoga berkenan