kosong tapi berisi
kepastian bukan kebetulan
di dalam sini semakin kuyakin
bahwa Engkau selalu ada
DM '270512
Wednesday, August 8, 2012
Pendulang Mimpi
Menyisir sepanjang tepian malam
Mendulang segenggam mimpi
Berharap sebutir yang berkilau
Akan menjadi tumpuan untuk tegak berdiri
Tetesan peluh tak lagi terasa asin
Perut yang semakin menipis
Oleh kencangnya ikatan kemiskinan
;Bahkan air liur pun tiada mampu basahi kerongkongan
Bagai kemarau panjang
Hatimu retak berpetak
Gerimis yang kau nanti
Hanya fatamorgana tak bertepi
Jarum jam bergerak
Jantung masih berdetak
Jawabmu, saat kutanya sampai kapan
kau akan tetap menjadi pendulang mimpi
Bogor, 150612
** DM **
Lusuh
Hujan kembali tertumpah
Deras bagai sumpah serapah
Seorang bocah berbaju lusuh
Bersepatu usang tak kalah lusuh
Di bawah lampu merah
Dengan bekas botol air mineral
Yang dijadikannya alat musik
Meningkahi suaranya yang parau
Sedikit sengau, tanpa aturan
“bukan salah kami jadi begini
mengamen memohon sedikit rejeki
kami hanyalah sebagian korban orang-orang berdasi
yang mengaku wakil rakyat negeri ini!”
begitulah …
lagumu membuat telinga gatal
suaramu tak tumbuhkan iba
semua mata menyipit dan mengeryit
tanpa satu rupiahpun kau terima
mobil melaju tanpa peduli
hujan deras tak juga berhenti
kini tak hanya baju dan sepatumu
bahkan mulutmu pun menjadi lusuh
Bogor, 160612
** DM **
Jika Ucapan Adalah Do'a
Maka biarkan kata-kata yang kau sebut pedang ini terus merejam hatimu agar kau tahu warna darahmu!
Mencuri Senyum
Tiada henti ku mencari cara
Mencuri senyum dan membuatmu bicara
Bukankah sunyi malam hanya persinggahan sementara?
Mencuri senyum dan membuatmu bicara
Bukankah sunyi malam hanya persinggahan sementara?
Bukan Serpihan Cinta Biasa
Detak dalam hitungan detik
Menyesap gelisah hadirkan keikhlasan
Serupa keharuman tak berwujud
Lekuk indah tanpa mampu diraba
Detik mengiris hati berkali-kali
Setiap hela napas rela tertumpas
Menggenggam seribu duri dijalani
Tiada berharap lebih kecuali cinta
Karena yang ku punya
Bukan serpihan cinta biasa
Bogor, 06082012
** DM **
Menyesap gelisah hadirkan keikhlasan
Serupa keharuman tak berwujud
Lekuk indah tanpa mampu diraba
Detik mengiris hati berkali-kali
Setiap hela napas rela tertumpas
Menggenggam seribu duri dijalani
Tiada berharap lebih kecuali cinta
Karena yang ku punya
Bukan serpihan cinta biasa
Bogor, 06082012
** DM **
Kidung Malam
dedaun flamboyan terjatuh pasrah
kucoba menelan kata yang terlontar salah
sungguh hati tak kuasa memintal resah
menabur asa pada sisa malam
masih bersama sunyi yang menemani
hingga bayangan indahmu menjelma
tak akan pernah ada lelah untuk setia
Bogor, 08082012
** DM **
Monday, June 18, 2012
Pendulang Mimpi
Menyisir sepanjang tepian malam
Mendulang segenggam mimpi
Berharap sebutir yang berkilau
Akan menjadi tumpuan untuk tegak berdiri
Tetesan peluh tak lagi terasa asin
Perut yang semakin menipis
Oleh kencangnya ikatan kemiskinan
;Bahkan air liur pun tiada mampu basahi kerongkongan
Bagai kemarau panjang
Hatimu retak berpetak
Gerimis yang kau nanti
Hanya fatamorgana tak bertepi
Jarum jam bergerak
Jantung masih berdetak
Jawabmu, saat kutanya
sampai kapan kau akan tetap
menjadi pendulang mimpi
Mendulang segenggam mimpi
Berharap sebutir yang berkilau
Akan menjadi tumpuan untuk tegak berdiri
Tetesan peluh tak lagi terasa asin
Perut yang semakin menipis
Oleh kencangnya ikatan kemiskinan
;Bahkan air liur pun tiada mampu basahi kerongkongan
Bagai kemarau panjang
Hatimu retak berpetak
Gerimis yang kau nanti
Hanya fatamorgana tak bertepi
Jarum jam bergerak
Jantung masih berdetak
Jawabmu, saat kutanya
sampai kapan kau akan tetap
menjadi pendulang mimpi
Subscribe to:
Comments (Atom)