Tuesday, September 21, 2010

Ketika Anak-anakku Bertanya Tentang Ibu Pertiwi

hamparan zamrut khatulistiwa
gemah ripah loh jinawi
murah sandang murah pangan
industri bagai hiasan negeri
tawa bocah-bocah sekolah memecah pagi
alam tersenyum, angin beraroma melati


itu dulu,nak!
aku menjawab bangga
saat anak-anakku betanya
benarkah ibu pertiwi kaya raya?


Lantas aku bernyanyi
Hingga berurai airmata
Mengisahkan kekayaan negeri
Yang telah dicuri dan digerogoti
Tanpa bisa mereka nikmati


Ketika anak-anakku kembali bertanya
Kenapa pencurinya nggak ditangkap polisi?
Kita tak lagi tahu mana polisi mana pencuri, Nak
Mereka bernaung di bawah atap yang sama
Bahkan baju yang mereka kenakan pun berwarna serupa ...


Ku menjawab tanpa menghilangkan kebanggaanku pada ibu pertiwi
yang semakin tua dan semakin hampir tak mampu berdiri.



Bogor, Agustus 2010

** DM **



MUNAJAT SEORANG PEREMPUAN

Tubuhnya menggeliat dalam ketidak berdayaan
sebelah tangannya sibuk menggapai impian
sementara sebelah lagi tak kuasa melepas dogma yang harus dijalankan
perempuan itu bermunajat menepis cibiran setan menghujat


matanya terpejam memutar setiap kenangan
berkubang peluh dan airmata berlinangan
melangkah tak tentu arah
pada setiap jengkal tanah
tertinggal lukisan luka berdarah


saat kelelahan menghadang
kekalahan kembali menantang
sepasang retina hampa tanpa cahaya
di antara kebisuan batu nisan
bibirnya bergetar menyebut asma Tuhan


aku di sini , Tuhan !
tanpa lelah mencariMu dalam jiwa kekalutan
bersama kerinduan yang membuncah akan kasihMu
rengkuh hidupku, karena aku tak ingin lagi Engkau tinggalkan ...



Bogor, 26082010

**DM**

ENTAH

pada sisasisa kuasa mentari
di ujung setitik sinar yang tertinggal
senyuman senja menyapa
membawa salam rindu sepinya malam


adakah kau mengingatku, wahai pengelana?
saat rintihmu membahana pada dinding-dinding kesunyian
saat airmatamu menggenang di setiap sudut kelamku
luka hati yang berdarah hingga bernanah
tangis jiwamu yang membungkam nyanyian seribu bintang ...


kini kau tertawa menggenggam dendam
dendam atas sejatinya cinta yang kau puja
dendam atas segala mimpi berkelana di atas pelangi
dendam atas segala ambisi yang menggumpal di hati
dan kau lupa akan realita bukanlah seindah siluet bidadari!


sang pengelana tertunduk, terpuruk
melepas ikatan pada sang malam
ingkari setia pada kesunyian
tanpa keinginan tuk kembali

menggapai kesejatian cinta
yang entah ....



Bogor, 18092010

** DM **

RINAI KEHIDUPAN

Rinai hujan berirama tembang pegunungan

Gelak bocah-bocah memecah setiap celah

Kaki-kaki telanjang berkecipak riang

Hingga sekawanan katak membisu tak beranjak



Di sini kami bersama menyulam asa

Dengan sisa keyakinan yang tak pernah sirna

Membelah duka, mengurainya dengan jemari cinta

Seperti sinar mentari yang menembus kebekuan pagi



Keramahan alam mengajarkan kesyukuran

Lapar dan dahaga jadikan ujian iman

Dekatkan jiwa menjawab kerinduan

Ruh kami milikMu ...

Jadikan kami kekasihMu ..

Yaa Rabb ... Yaa Rabb ... !



Rinai hujan masih terdengar

Seiring gema AsmaMu indah berkumandang

Menyisipkan harapan di antara do'a yang terlafaskan

Di antara luka dan tawa yang senantiasa kami sandang ...





Bogor, 21092010

**DM**