Tubuhnya menggeliat dalam ketidak berdayaan
sebelah tangannya sibuk menggapai impian
sementara sebelah lagi tak kuasa melepas dogma yang harus dijalankan
perempuan itu bermunajat menepis cibiran setan menghujat
matanya terpejam memutar setiap kenangan
berkubang peluh dan airmata berlinangan
melangkah tak tentu arah
pada setiap jengkal tanah
tertinggal lukisan luka berdarah
saat kelelahan menghadang
kekalahan kembali menantang
sepasang retina hampa tanpa cahaya
di antara kebisuan batu nisan
bibirnya bergetar menyebut asma Tuhan
aku di sini , Tuhan !
tanpa lelah mencariMu dalam jiwa kekalutan
bersama kerinduan yang membuncah akan kasihMu
rengkuh hidupku, karena aku tak ingin lagi Engkau tinggalkan ...
Bogor, 26082010
**DM**
No comments:
Post a Comment