Tuesday, September 21, 2010

ENTAH

pada sisasisa kuasa mentari
di ujung setitik sinar yang tertinggal
senyuman senja menyapa
membawa salam rindu sepinya malam


adakah kau mengingatku, wahai pengelana?
saat rintihmu membahana pada dinding-dinding kesunyian
saat airmatamu menggenang di setiap sudut kelamku
luka hati yang berdarah hingga bernanah
tangis jiwamu yang membungkam nyanyian seribu bintang ...


kini kau tertawa menggenggam dendam
dendam atas sejatinya cinta yang kau puja
dendam atas segala mimpi berkelana di atas pelangi
dendam atas segala ambisi yang menggumpal di hati
dan kau lupa akan realita bukanlah seindah siluet bidadari!


sang pengelana tertunduk, terpuruk
melepas ikatan pada sang malam
ingkari setia pada kesunyian
tanpa keinginan tuk kembali

menggapai kesejatian cinta
yang entah ....



Bogor, 18092010

** DM **

No comments:

Post a Comment