akulah embun
yang hadirkan kesucian
menetes dalam senyap, memoles bening atas kesuraman
menghantar nyawa baru bagi dedaun yang hampir layu
akulah setetes embun
yang bergulir pada tepi daun keladi
terombang-ambing angin pagi yang tak pasti
menunggu detik menggelindingkan atas tanah, lenyap tanpa arti
akulah sang embun pagi
masihkah tersisa setitik asa
sebelum mentari menyesap beningku
meninggalkanmu bersama rindu yang menggumpal pilu
No comments:
Post a Comment