setetes embun yang terjatuh pasrah di daun keladi, terombang-ambing oleh bisikan angin yang tak pasti, kadang begitu halus, merdu, syahdu merayu. kadang tanpa suara, hampa, kerontang di penghujungnya.
dan setetes embun yang siap menggelinding, jatuh meresap pada kering tanah tanpa berharap kan membekas, masih menanti tiupan topan untuk melemparkannya dari atas daun keladi, untuk lenyap dalam senyap
No comments:
Post a Comment