Sunday, August 16, 2009

Balada Perawan Terluka

berpendar lampu di trotoar
teriknya mentari, pengapnya hari
mengaduk isi perutku, memabukkan cacing-cacing kelaparan
duniaku hitam dipenuhi byarpet bintang-bintang, membuatku nyaris masuk longkang


terpontang-panting langkahku di jalanan
hingga tercompang-camping baju yang kukenakan
tatap mata keheranan ataukah menjijikkan yang kudapat
saat terlihat jelas jejak merah di seluruh tubuhku habis kau lumat


lihatlah ke mari !
jika kau tak juga menampakkan diri
akan kutanggalkan semua yang menutupi maluku
agar seisi jagat kemunafikan ini tahu, kaulah yang merobek-robek keperawananku, mencompang-campingkan kehidupanku!


bibir ini masih basah, bercak sisa perawanku masih merah
haruskah janin ini terlahir tanpa ayah, atau kursi aborsi kan menjadikannya jenazah ... ?


kenapa tak kau katakan sedari awal, jika kau seorang bajingan ?!



No comments:

Post a Comment