dan kesabaran ini, sungguh tiada berbatas lagi, saat gurat-gurat ketulusan terukir jelas pada dinding-dinding retak hatimu.
satu persatu cermin keegoan pun jatuh keping demi keping, dan meninggalkan tapak darah pada jejak-jejak yang terinjak.
masihkah harus kubertanya tentang sekuntum rindu yang tergolek di halaman, sementara sekulum senyummu tertinggal jelas pada selembar kertas yang mengikatnya ....
Bogor, 26092010
** DM **
No comments:
Post a Comment