Thursday, October 7, 2010

Sekulum Senyum Pada Sekuntum Rindu

dan kesabaran ini, sungguh tiada berbatas lagi, saat gurat-gurat ketulusan terukir jelas pada dinding-dinding retak hatimu.

satu persatu cermin keegoan pun jatuh keping demi keping, dan meninggalkan tapak darah pada jejak-jejak yang terinjak.

masihkah harus kubertanya tentang sekuntum rindu yang tergolek di halaman, sementara sekulum senyummu tertinggal jelas pada selembar kertas yang mengikatnya ....



Bogor, 26092010

** DM **

No comments:

Post a Comment