Thursday, July 30, 2009

Andai Kau Tahu , Nak ...

** sepotong bulan pucat hiasi pagiku
pada ujungnya kupasang sebuah gelas kristal
untuk menampung tetesan darah yang tak henti memintal resah

mari kemari wahai anakku
lihatlah telapak tangan ibumu
saat kau berjarak sejengkal
hingga kini berjutajuta hektar
hanya lantunan do'a kutiupkan di sana
tidakkah kau lihat senyum Tuhan ramah menyapa ?

ini pangkuanku masih tetap untuk rebahmu
ini bahuku selalu menanti sandaranmu
kedua tanganku tetap hangat memelukmu
mengapa harus kau hitung kancing baju untuk berjalan ke arahku ?

adakah kau temukan wajah ibumu pada langit yang mengelabu
airmata sudahlah kutitipkan pada derasnya hujan yang mengguyurmu
dengarkanlah isak ibumu yang mampu memecahkan gunung batu
apakah kau masih saja ingin berlalu , wahai anakku ?


andai kau tahu nak , kuah sup yang kau nikmati adalah darah dan peluh ibumu ...


No comments:

Post a Comment