Thursday, July 30, 2009

Untukmu Yang Bertopeng

bagaimana aku terus menulis
jika setiap goresan penaku bertinta darah
bagaimana aku berani bernyanyi
jika kidung itu menjadi lolongan menyayat hati

bahkan hujan dan airmata tak nampak beda
di antara keduanya mendatangkan nestapa
saat kau renggut semua dengan keliaranmu
saat itu juga dunia bagiku hanyalah debu


jangan paksa aku mengangguk , pada senyum dan jura palsumu
karena kutahu kau hanyalah serigala pencari mangsa ..

dan di balik topeng malaikatmu kulihat seringai itu mengalir liur bisa beracun !


No comments:

Post a Comment