Sekian lama aku termenung menatap langit-langit kamarku, terpejam mataku menikmati senandung-senandung cinta yang kau kirimkan padaku. Satu persatu senandung itu mengalun, kurasakan dan semakin kuingin mengulang dan kembali mengulangnya . Kau katakan kidung itu mewakili hatimu ... cintamu ... cinta yang kau persembahkan untukku .
Ah ... kau begitu menyanjungku.
Aku tak pernah berfikir bahwa apa yang selama ini hanya ada dalam hayalan fantasiku benar - benar terjadi. Kau hadir di saat aku terombang-ambing dalam ketidak pastian, di antara dua jalan yang bercabang ... di antara keraguan-keraguanku tentang cinta. Aku telah limbung saat itu , aku hampir terjatuh dalam nikmatnya buaian cinta terlarang yang selama ini aku tentang. Aku menikmati buaian itu ... sangat menghayutkan. Dan kau hadir ... membangunkanku, membukakan mataku .. meyadarkanku bahwa masih ada cinta yang pantas aku dapatkan .
Aku terkesima memandangmu ... menatap kejujuran dari matamu, menatap sejuknya senyuman yang kau berikan padaku . Langkahmu begitu perlahan ... tenang tapi begitu pasti memasuki bilik cinta yang hampir kukunci mati. Aku mengagumimu ... hanya sanggup mengagumi sosokmu yang selalu menari-nari di setiap malamku. Aku tak berani berharap lebih ... aku tak mau meminta lebih ... jika kau balas sapaku hanya dengan sebuah senyumanpun ... hatiku sudah melambung.
Dan kau ... tak hanya memberiku senyuman ... kau datang mempersembahkan hatimu, mepersembahkan cintamu .... dengan kidung-kidung itu.
Senandung cinta masih mengalun merdu di telingaku. Mengiringi setiap desah nafasku ... mengiringi setiap langkah kakiku yang semakin yakin adanya dirimu dalam setiap nada indah itu. Kidung cinta yang perlahan-lahan mulai mengubah jalan hidupku. Tak perlu kau berkata-kata ... karena semua telah terwakili di situ . Dari kidung pertama yang melenakanku ... kidung-kidung seterusnya yang menyanjungku ... hingga kidung terakhir yang menguras hatiku untuk bertahan agar tak ada airmata yang tertumpahkan .
Aku masih menikmati senandung itu hingga saat ini ... ditemani tetes airmata yang ternyata tak mampu kubendung lagi. Ingin kuberlari menyeruak ilalang yang menghalangi pandangan, ingin melompat dan terbang tanpa harus melewati luasnya lautan ... untuk mencarimu, memelukmu dan persimpuh di kakimu memohon jadikan cinta kita tak hanya sekedar fatamorgana. Dan aku yakin kau akan meraih tubuhku dan merengkuhku dalam pelukan hangatmu ... sehangat rajutan asmara yang kau selimutkan di hatiku.
Karena katamu cinta adalah sebuah keyakinan ....
seyakin harapanku akan kesungguhan cintamu ..
Dan kidung itu masih mengalun di sini ....
mengharu biru hatiku ...
KIDUNG YANG MENJADI WALI HATIMU ...
*** dedikasi untuk seseorang yang pernah menggoreskan kenangan terindah di hatiku
No comments:
Post a Comment