kau adalah segumpal darah, yang terisi jiwa dan selembar kesucian
kumemelukmu atas nyawa yang kupertaruhkan
kutuntun tanganmu tuk menyusuri tapaktapak sunyi
kuajari kau berlari, hingga kaki ini tak lagi meragu untuk pergi
jika kini kau terjatuh, bukan kau tak patuh
ataupun alam ini tak sudi menjadi tempatmu berteduh
dongakkan kepalamu, tetapkan langkahmu
hidup bukan untuk kau maki dan ratapi
rengkuhlah bersama mimpimimpimu yang masih menanti
lihatlah, matahari masih tetap menyapa pagi
rembulan tetap hadir di setiap purnama
hapus airmatamu, hadapi sapa kehidupanmu
jatuh tak berati runtuh, tapi mengajarkanmu menjadi lelaki tangguh
yakinlah bersama do'a-do'a mama
di sini masih banyak cinta untukmu, anakku ...
** dedikasi untuk putra sulungku : Rengga Aditya Pratama
No comments:
Post a Comment