tiupan angin kacaukan mendung
hadirkan semburat tajam mentari berselindung
kilau danau tenang tanpa kecipak ikan
pada tepiannya ... angsa putih tertegun mengulum kecewa
kepala mendongak tersangga leher jenjang
memandang mekar flamboyan semarakkan musim kering
takjub mata terkedip pesona
dalam keheningan abaikan rasa gulana
dan saat langit kembali kelabu
sang angsa menari indah di antara ranting flamboyan
kepakkan sayap menikam bimbang
karena ternyata kering dan hujan saling bertautan
** seperti padunya tarian angsa bersama seri flamboyan
tak selamanya kering hadirkan gersang
No comments:
Post a Comment