di antara sisi langit rembang petangmu
kulihat jingga mengurai luka
terbersit hati tuk sematkan rendarenda kasih
sebagai pembalut goresan yang tak sedap dipandang mata
adakah kan kau sapa lambaian cemara, yang tak pernah lelah meliukkan tubuh demi damainya tepi pantai, hingga nyanyian camar di sepagi tadi saat cakrawala menyambut senyuman sang surya
jika semalam mimpi enggan menemani lenamu
ijinkan aku tautkan asa pada nyala lilin yang menerangi peraduanmu
kukan rela meleleh bersama putihnya, agar matahatimu mengerti arti sebuah pengorbanan
** dan kuharap esok ada cerita baru antara engkau dan aku
No comments:
Post a Comment